14 JAM BELAJAR
Dengan dukungan buku, dan mantan baby sitter international, Yayasan Pelita Kencana bisa memberikan yang terbaik kepada pelanggan. Ini salah satu kegiatan di kantor pusat kami di daerah Cipayung Jakarta Timur.
YPK CIPUTAT
Ini adalah wajah-wajah dari sebahagian peserta didik kami yang berasal dari YPK cabang Ciputat. Adakah diantara mereka yang saat ini bekerja untuk Anda ?.
UJIAN NEGARA SETIAP CABANG
Peserta didik kami, adalah siswi YPK dari seluruh cabang-cabang kami di Jakarta.
PETUGAS DEPNAKER
Seorang guru dari departemen tenaga Kerja RI, sedang memberikan mata kuliah untuk baby sitter kami, tentang peraturan ketenagakerjaan RI. Hal ini akan menanamkan pengertian, kalau baby sitter adalah tenaga kerja yang terdaftar, bukan sebagai bagian dari pekerja kekeluargaan.
KERAPIAN
Kami mendidik baby sitter kami supaya rapi, dan bersih. Ini menunjukan komitmen kami, untuk bisa melayani kalangan keluarga menengah atas dengan baik. Buktinya, saat ini, jasa kami banyak digunakan oleh ekspatriat di Jakarta dan sekitarnya.
Sabtu, 01 Oktober 2011
Bagaimana mengatasi autisme ?
Pendidikan anak autis
Sumber : http://tipsku.info/pendidikan-anak-autis/
Merangsang Kecerdasan Anak
Cara Atasi Sifat Pemalu Anak
| Ditulis oleh Administrator |
| Jumat, 23 September 2011 16:19 |
Sebelumnya, yang perlu orangtua lakukan adalah mencari tahu, apa penyebabnya serta dalam situasi dan kondisi seperti apa anak menjadi pemalu. Apakah hanya ketika di luar rumah, di saat situasi tertentu saja, dan sebagainya. Dengan begitu, orangtua memiliki data akurat sebelum menangangi penyebabnya. 1. Kontak mata Ketika berbicara dengan anak, minta ia selalu untuk menatap mata Anda. Dengan memaksa dan menerapkannya setiap waktu, lambat laun anak akan terbiasa melakukan kontak mata dengan lawan bicara. Jika anak tidak merasa nyaman menatap tepat di mata lawan bicara, ajarkan ia untuk menatap puncak hidung di antara kedua mata orang di hadapannya. Dengan praktik berulang kali, anak tidak akan memerlukan teknik ini lagi dan lebih percaya diri untuk menatap langsung mata lawan bicaranya. 2. Melatih percakapan Buat daftar berisi kalimat pembuka percakapan yang mudah digunakan anak untuk bercakap-cakap dengan berbagai kelompok orang, misalnya orang yang telah dikenalnya, orang dewasa yang belum pernah ditemuinya, teman lama yang jarang dijumpainya, anak baru di sekolah, atau anak yang sering bermain dengannya di taman bermain. Setelah itu, ajak anak berlatih menggunakan kalimat-kalimat tersebut sampai merasa terbiasa dan nyaman mengucapkannya. Salah satu trik yang dapat digunakan adalah mempraktikkan perbincangan via telepon dengan pendengar suportif di ujung lain. Dengan demikian, anak tidak akan merasa setertekan seperti jika melakukan pembicaraan tatap muka. 3. Berlatih sosialisasi Siapkan anak untuk menghadiri acara sosial yang akan segera diselenggarakan dengan menjelaskan latar, ekspektasi, serta para hadirin yang kira-kira datang ke acara itu. Kemudian, bantu anak berlatih bagaimana cara bertemu orang lain, tata krama di meja makan, keterampilan dasar berbicara, dan bagaimana cara mengucapkan salam perpisahan dengan anggun. 4. Lawan berlatih Philip Zimbardo, yang terkenal sebagai pakar mengatasi rasa malu, merekomendasikan untuk memasangkan anak pemalu dengan anak yang lebih muda darinya untuk berlatih dalam periode singkat. Ciptakan kesempatan bagi anak untuk bermain dengan anak lain yang lebih muda darinya, misalnya adik, sepupu, anak tetangga, atau salah satu anak kenalan Anda. Jika anak yang pemalu berusia remaja, coba menyuruhnya mengasuh anak kecil untuk mempraktikkan keahlian bersosialisasi yang enggan dipraktikkannya dengan anak-anak seusianya. 5. Satu lawan satu Dr. Fred Frankel, seorang psikolog dan pembentuk Program Pelatihan Kemampuan Bersosialisasi UCLA, menyarankan permainan satu lawan satu sebagai cara terbaik bagi anak untuk membangun rasa percaya diri. Dorong anak mengundang seorang temannya untuk bermain bersama selama beberapa jam hingga saling mengenal dan mempraktikkan keahlian berteman. Sediakan makanan kecil sebagai camilan dan cegah interupsi sedapat mungkin dari aktivitas mereka. Jangan izinkan anak menyalakan televisi selama sesi bermain tersebut. Selanjutnya, orangtua bisa melakukan sejumlah cara ini: 1. Ajari anak untuk bersikap, berperilaku, mau pun bertata krama dalam beragam situasi tertentu. Bagaimana ia belajar memulai percakapan dengan menyapa temannya. Misalnya menanyakan kabar, memuji penampilan, atau membagi makanan ringan yang dibawanya. Setelah komunikasi pertama berjalan lancar, anak bisa belajar mengangkat topik yang sedang hangat atau menjadi kesukaan anak. 2. Beri anak pelatihan agar ia terampil bicara di depan orang banyak atau umum, dimulai dengan berbicara di depan cermin, lalu di depan orangtua dan saudaranya di rumah. 3. Ajarkan juga agar ia dapat memimpin dengan memberinya tugas dan tanggung jawab, seperti memimpin doa di kelas. 4. Doronglah ia agar berani dan terbuka saat mengungkapkan unek-unek atas kekesalannya. 5. Orangtua memberikan contoh, bagaimana menjadi pribadi yang percaya diri dan berani, sehingga anak bisa menirunya. Saat berada di restoran, lalu mendapatkan makanan yang tidak sesuai pesanan, misalnya, orangtua berani memanggil pramusaji untuk memintanya menggantinya. 6. Ciptakan lingkungan yang aman bagi anak, sehingga anak tidak merasa cemas atau takut dipersalahkan, ditertawakan, dimarahi, dan sebagainya. 7. Bantu anak membuat dirinya merasa nyaman dengan perasaannya, juga membantu menumbuhkan rasa percaya dirinya dengan berbagai keterampilan. Bila orangtua merasa sudah maksimal namun tetap tak berhasil mengubah sifat pemalu anak, tak ada salahnya meminta bantuan ahli. Dengan begitu, potensi dan kemampuan sosialisasi anak tidak terganggu karena rasa malu yang berlebihan. |
Mengenalkan MPASI Setelah Bayi Berusia 6 Bulan
Anda mulai bisa memperkenalkan MPASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu) kepada bayi Anda setelah ia berusia 6 bulan. Hingga usianya 6 bulan, asupan terbaik untuknya adalah ASI Eksklusif. Ketika bayi sudah siap menerima MPASI, biasanya ia akan memberikan “sinyal”, alias tanda-tanda, diantaranya: - Kekuatan kepala: ia sudah bisa menahan kepalanya dalam posisi tegak dengan stabil.- Untuk bisa menyimpan makanan dalam mulutnya untuk kemudian ditelan, bayi harus mulai berhenti menggunakan lidahnya untuk mendorong makanan keluar dari mulutnya.- Duduk dengan baik sambil bersandar: untuk bisa menelan dengan baik, tentu saja bayi harus sudah bisa duduk dengan tegak, walaupun dengan bersandar.- Pada sebagian bayi, seringkali mereka akan terlihat “kelaparan”, walaupun sudah 8-10 minum ASI/Sufor dalam sehari. - Mulai tertarik dengan makanan Anda Hal yang perlu diperhatikan dalam pengenalan MPASI adalah sebagai berikut: 1. MPASI diberikan sedikit demi sedikit, misalnya 2 -3 sendok pada saat pertama, dan jumlahnya bisa ditambah seiring perkembangan bayi, agar terbiasa dengan teksturnya. 2. Pemberian MPASI dilakukan di sela-sela pemberian ASI dan dilakukan secara bertahap pula. Misalnya untuk pertama 1 kali dalam sehari, kemudian meningkat menjadi 3 kali dalam sehari. 3. Tepung beras sangat baik digunakan sebagai bahan MPASI karena sangat kecil kemungkinannya menyebabkan alergi pada bayi. Tepung beras yang baik adalah yang berasal dari beras pecah kulit yang lebih banyak kandungan gizinya. 4. Pengenalan sayuran sebaiknya didahulukan daripada pengenalan buah, karena rasa buah yang lebih manis lebih disukai bayi, sehingga jika buah dikenalkan terlebih dahulu, dikhawatirkan akan ada kecenderungan bayi untuk menolak sayur yang rasanya lebih hambar. Sayur dan buah yang dikenalkan pun hendaknya dipilih yang mempunyai rasa manis. 5. Hindari penggunaan garam dan gula. Utamakan memberikan MPASI dengan rasa asli makanan, karena bayi usia 6-7 bulan, fungsi ginjalnya belum sempurna. Untuk selanjutnya, gula dan garam bisa ditambahkan tetapi tetap dalam jumlah yang sedikit saja. Sedangkan untuk merica bisa ditambahkan setelah anak berusia 2 tahun. 6. Untuk menambah cita rasa, MPASI bisa menggunakan kaldu ayam, sapi, atau ikan yang ANda buat sendiri, serta bisa juga disertakan berbagai bumbu seperti daun salam, daun bawang, seledri. 7. Jangan terlalu banyak mencampur banyak jenis makanan pada awal pemberian MPASI, namun cukup satu per satu saja. Berikan dulu dalam 2-4 hari untuk mengetahui reaksi bayi terhadap setiap makanan yang diberikan, untuk mengetahui jika ia memiliki alergi terhadap makanan tertentu. 8. Perhatikan bahan makanan yang sering menjadi pemicu alergi seperti telur, kacang, ikan, susu dan gandum. 9. Telur bisa diberikan kepada bayi sejak umur 6 bulan, tetapi pemberiannya bagian kuning terlebih dahulu, karena bagian putih telur dapat memicu reaksi alergi. 10. Madu sebaiknya diberikan pada bayi usia lebih dari 1 tahun karena madu seringkali mengandung suatu jenis bakteri yang bisa menghasilkan racun pada saluran cerna bayi yang dikenal sebagai toksin botulinnum (infant botulism). 11. Pengolahan MPASI harus higienis dan alat yang digunakan juga diperhatikan kebersihannya. Tahapan pengenalan MPASI: Mulai usia 6 bulan Tekstur makanan : semi cair. Mulailah dengan makanan lunak seperti biskuit yang diencerkan pakai air atau susu. Kenalkan pula bubur susu dalam jumlah sedikit demi sedikit. Bubur susu sebaiknya dibuat sendiri dari tepung beras yang dicampur dengan ASI atau susu formula. Untuk pengenalan rasa, selingi dengan tepung beras merah, kacang hijau, atau labu kuning. Mulai pemberian sayuran yang dijus, kemudian buah yang dhaluskan atau di jus. Sayur dan buah yang disarankan yaitu: zicchini, pisang, pir, alpukat, jeruk. Pemberian ASI atau susu formula di selang seling waktu makan utama.Untuk kebutuhan susu/cairan dihitung dari kebutuhan cairan per usia dan berat badan bayi. Kebutuhan cairan pada usia bayi trimester pertama sekitar 150cc/hari/berat badan.Trimester kedua sebesar 125cc/kg BB/hr dan trimester ketiga 110 cc/kg BB/hr.Contoh usia 12 bulan bb 10 kg, kebutuhan cairan sebesar 110 cc x 10 kg = 1.100 cc Mulai usia 7 bulan Perkenalkan dengan tekstur yang lebih kasar (semi padat) yaitu bubur tim saring. Coba terus seandainya bayi menolak atau muntah karena tahapan ini harus dilaluinya. Jika tidak nanti bayi akan malas mengunyah. Perhatikan asupan zat besi seperti hati sapi karena di usia ini cadangan zat besi bayi mulai berkurang. Setelah secara bertahap pemberian tim saring, bayi bisa dikenalkan dengan nasi tim tanpa disaring. Jenis sayur dan buah yang disarankan: asparagus, wortel, bayam, sawi, bit, lobak, kol, mangga, blewah, timun suri, peach. Bisa juga ditambahkan ayam, sapi, hati ayam/sapi, tahu, tempe. Mulai usia 9 bulan Mulai dikenalkan dengan bubur beras atau nasi lembek, lauk pauk dengan sayuran seperti sup. Pada usia lebih dari 1 tahun, anak sudah bisa mengkonsumsi makanan keluarga. Contoh Jadwal Pemberian MPASI Sebagai acuan, untuk memberikan MPASI kepda si kceil, Anda bisa melihat jadwal di bawah ini. Jadwal ini bukan acuan baku lho, hanya untuk memberikan gambaran. Silahkan sesuaikan dengan kondisi buah hati Anda… Untuk Bayi Usia 6-7 bulan: 06.00 : ASI/ susu formula. 08.00 : biskuit yang diencerkan dengan air/ASI/susu formula. 10.00 : buah. 12.00 : bubur susu. 13.00 : ASI/ susu formula. 14.00 : biskuit yang diencerkan dengan air/ ASI/ susu formula. 16.00 : ASI/ susu formula. 18.00: Bubur susu. 19.00 : ASI/susu formula. Untuk Bayi Usia 7-8 bulan: 06.00 : ASI/ susu formula. 08.00 : biskuit/ bubur susu. 10.00 : buah. 12.00 : bubur saring. 13.00 : ASI/ susu formula. 14.00 : bubur susu. 16.00 : ASI/ susu formula. 18.00 : bubur saring. 19.00 : ASI / susu formula. Untuk Bayi Usia 9-12 bulan: 06.00 : ASI/ susu formula. 08.00 : bubur susu. 10.00 : buah. 12.00 : bubur tim/ nasi lembek. 13.00 : ASI/ susu formula. 14.00 : bubur susu/ biskuit/ snack. 16.00 : ASI/ susu formula. 18.00 : Nasi tim/ nasi lembek. 19.00 : ASI/ susu formula. Apa Tanda Si Kecil Sudah Kenyang? Berikut tanda-tanda yang bisa menjadi ukuran ketika bayi Anda kenyang… 1. Duduk bersandar di kursinya 2. Berpaling setiap kali Anda sodorkan makanan 3. Mulai memainkan makanan atau sendoknya 4. Tidak mau membuka mulutnya
Sumber : http://www.tipsbayi.com/
Kembali Ke Halaman Depan
Manfaat Alpukat
- Vitamin A – 338 IU
- Vitamin C – 20.2 mg
- Vitamin B1 (thiamine) – .2 mg
- Vitamin B2 (riboflavin) – .3 mg
- Niacin – 3.9 mg
- Folate – 205 mg
- Pantothenic Acid – 3.3 mg
- Vitamin B6 – .6 mg
- Potassium – 1166 mg
- Phosphorus – 124 mg
- Magnesium – 67 mg
- Calcium – 30 mg
- Sodium – 18 mg
- Iron – 1.4 mg
3-4 buah pisang matang
3-4 buah pir (yang sudah dikukus)
2 sendok yogurt (untuk usia > 8 bulan)
1 buah alpukat, potong-potong sebesar dadu
Yogurt rasa vanilla/murni atau air atau Jus apel/pir*
- Pisang
- Pir
- Apel
- Ayam
- Yogurt
Kembali Ke Halaman Depan
Jumat, 30 September 2011
LEBAK BULUS
L E B A K B U L U S
Jl. Lebak Indah Raya No. C7 Lebak Bulus Jakarta Selatan
No. Kontak | 0217699351 02197757932 |
Kembali Ke Halaman Depan











